...sekolah bumi...

Foto Tahun 2000 dan 2022. Tidak terasa waktu beranjak 22 tahun. Sekarang mulai karatan, mulai tercium aroma tanah. 50 tahun menempati tubuh berbahan dasar tanah untuk menghirup udara gratis dari Allah. Hidup. Memang waktu beranjak pelan, tetapi tak terasa setengah abad menjalaninya.

Kalau dihitung-hitung seberapa banyak waktu yang disediakan di bumi untuk menjadi bekal memasuki fase tanpa batas di ruang yang lain, malu rasanya. 

Hidup di Bumi ibarat sekolah, ada jenjang-jenjang. Tiap jenjang harus dilalui dengan syarat lulus ujian. Kalau sekolah sungguhan bisa diketahui lulus dan tidak, pun tercatat berapa nilai yang diperoleh dari kelulusan itu. Jenjang sekolah di Bumi Allah ini, tiap jenjangnya tidak diketahui, tidak pula dapat dilihat nilainya. Semua hanya Allah yang tahu. 

Repotnya di sekolah bumi ini, orang-orang bisa memberi nilai terhadap saya. Orang-orang yang mengenal saya dapat menilai baik buruk dan menentukan kualitas saya, bahkan melampaui refleksi saya atas diri sendiri. Anda pun demikian, tiap orang yang mengenal anda, pun menilai siapa dan bagaimana anda di mata mereka. 

Kalau kita disibukkan dengan "bagaimana kita" dalam pandangan orang-orang, maka sia-sialah hidup yang sudah dilalui. Kalau itu kita alami, maka kesibukan menuju batas waktu kita hanyalah bagaimana membuat orang-orang memandang kita baik, dihormati, dibanggakan, dipuja-puji. Bahkan untuk mendapatkan semua itu, kita harus menjual harga diri...!!! Kalau seperti itu seseorang menjalani hidupnya, maka hidup yang dilaluinya itu sungguh adalah penjara baginya...! Parahnya, anda sendirilah yang membuat penjara itu...!!!

Selagi ada waktu... keluarlah dari penjara itu.






Source:




Comments

Popular Posts