Tiap yang ber-jiwa akan mati

Tiap yang ber-jiwa akan mati. Manusia, Malaikat, Jin pasti Mati. Tetapi kematian itu tidak abadi. Tubuh dan Ruh serta yang meliputi keduanya adalah satu Jiwa. Tubuh yang ditinggalkan Ruh bukan satu Jiwa. Tubuh mati lalu hancur jadi debu menyatu dengan tanah di alam Kubur. Ruh tetap ada tetapi tidak hidup. Hidup hanya bisa disebut dan dimaknai sebagai kehidupan bila Tubuh dan Ruh bersatu menjadi 1 Jiwa Manusia.  

Tiap alam diberi batasnya masing-masing. Di tiap batas itu, waktu berada pada titik Nol. Kita semua akan tiba di titik Nol. Lalu mulai lagi meniti waktu di kehidupan selanjutnya. 

Selama masa penantian di alam sebelah, hanya ada dua hal. Menyesal dan bersyukur. 

Menyesal karena selama masa penantian hanya ada gelap, siksa kubur, dan gambaran neraka jahanam yang kekal siksa lahir batinnya. Hidup kekal di situ atau sementara, hanya DIA yang tahu.

Bersyukur karena menjalani hidup di bumi tidak melampaui batas yang ditetapkan pada segala sesuatu oleh pemilik segala sesuatu, Allah Azza wa Jalla.



Sumber:

Comments

Popular Posts